Pemilu Legislatif 2009 Dan Kemenangan Mutlak Golput!


Pemilu Legislatif 2009 yang konon menelan biaya negara sampai 14 triliun rupiah baru saja selesai. Kendati hasil pemungutan suara masih dalam proses - baik versi LSI atau KPU, namun sudah hampir dapat dipastikan urut-urutan 10 partai pemenang dan jumlah perolehan suara (absolut) versi Quick Count LSI (sampai hari ini) adalah sebagai berikut:
  1. Golput: 30.00%
  2. Demokrat: 14.30%
  3. PDIP: 10.30%
  4. Golkar: 9.80%
  5. PKS: 5.30%
  6. PAN: 4.10%
  7. PPP: 3.70%
  8. PKB: 3.60%
  9. Gerindra: 3.00%
  10. Hanura: 2,50%
Jika jumlah warga negara RI yang berhak memberikan suaranya pada Pemilu Legislatif 2009 ini ada sebanyak 172 juta jiwa, maka jumlah 30% Golput di atas tidak tanggung-tanggung, yakni 51,60 juta jiwa!

Angka ini lebih besar dari (bila kita gabungkan) seluruh jumlah penduduk negara-negara sebut saja seperti Malaysia (27,70 juta jiwa), Singapura (4,50 juta jiwa), Laos (6,20 juta jiwa), Kamboja (13,80 juta jiwa) dan Brunei Darussalam (382 ribu jiwa) yang totalnya hanya 52,58 juta jiwa!

Jika sebagai bangsa besar sepatutnyalah kita merasa malu.

Lalu sebagai yang paling bernggungjawab, KPU mau bilang apa?


Posting Komentar

19 Komentar

  1. KPU: 30% menurut siapa? tidak sebesar itu, belum semua suara masuk...jadi golput tidak sebesar itu...media jangan terlalu membesar-besarkan...Kami sudah maksimal dan bekerja dengan sebaik-baiknya...wajar ada yang suka dan ada yang tidak suka...

    BalasHapus
  2. bang...KPU tetap berpantun ria utk itu...

    Golput 30% dan yg tdk terdaftar berapa...?

    Yang aneh dan lucu, yang almarhum terdaftar eeh, malah yg segar/hidup tidak terdaftar...he...he...
    fenomena apa ya bang....

    BalasHapus
  3. Menurutku ini bukan fenomena tapi melulu human error! Akibatnya jumlah yang (terpaksa) ikut Golput menjadi kian besar. Ada yang memang secara sadar tidak ikut memilih, tapi ada juga yang tidak masuk DPT (ya tentunya tidak diundang), ada yang tidak diberi fasilitas TPS (Rumah Sakit, Penjara, Pasar dll), dan ada yang sama sekali tidak tahu harus berbuat apa pada hari itu, dlsb.

    BalasHapus
  4. Atuh kalo ga masuk DPT mah bukan golput, emang ga ke daftar ajah...;di penjara bukannya PDIP yang menang?

    BalasHapus
  5. Sangat memprihatinkan ya bang...dana sebesar itu hanya utk menuntaskan keegoan pihak-pihak. mending di buat memberdayakan pengangguran dan daerah miskin dan terpencil.

    KPU: Pemilu tidak ada yg sempurna katanya (Kompas.com)

    BalasHapus
  6. @Indra, penjara mana saja?
    @Ito ZP, konon perhitungan matematiknya ada sekitar 4,2 triliun yang mubazir (?)

    BalasHapus
  7. Sayang abang dan saya tak ikut masuk mencalonkan diri sebagai caleg dari Golput yah ! he77x

    Siapapun pemenangnya di legislatif harus menyadari sepenuhnya makna dari tidak adanya dukungan dari 1/3 penduduk Indonesia !

    BalasHapus
  8. Ngku, mari kita ingatkan kembali bahwa 1/3 jumlah penduduk Indonesia itu equivalent dengan jumlah seluruh penduduk (bukan usia produktif saja) dari 5 negara tetangga! hehehe..

    BalasHapus
  9. Jadi ada dua golongan GOLPUT, yang memang niat tidak akan memilih dan yang terpaksa tidak memilih. Menarik juga kalau ada yang dapat menuliskan jumlahnya.

    BalasHapus
  10. Dok, masih ingat kata-kata Mark Twain yang satu ini? "There are three kinds of lies: lies, damned lies, and statistics!"

    Nha, kalau DPT (mustinya bersumber juga dari Badan Statistik Nasional) saja sudah hancur-hancuran begitu, angka dari mana lagi yang boleh kita percaya untuk memenuhi harapan dokter yang disebut belakangan?

    BalasHapus
  11. bagi saya golput adalah 1. terdaftar tapi tidak menggunakan hak pilih dengan alasan apapun; 2. terdaftar, menggunakan hak pilih dengan memilih semuanya...(zaman dulu mencoblos semua, kalo sekarang mencontreng/centang semuanya...)

    BalasHapus
  12. Wah maapin saya Bang terlalu gembira melihat betapa ilmiahnya bangsa ini. Lihat saja titel para caleg yang menghuni hampir seluruh jalan.

    BalasHapus
  13. Dok, saya jadi ingat sequel dpkter tentang "Ya, Nasib!" hehehehe ....

    BalasHapus
  14. "Dimakan dengan sambal terasi,
    Minumannya si buah mergat;
    Tak yakin dengan umbar janji,
    Tak juga hendak bersubahat."

    "Minumannya si buah mergat,
    Padi masak jagung mengupih;
    Tak juga hendak bersubahat,
    Daripada rosak mending putih."

    BalasHapus
  15. Padi masak jagung mengupih,
    Tepung ragi atas ketan,
    Daripada rosak mending putih,
    Adakah lagi lain pilihan?

    BalasHapus
  16. Abang wrote :
    Daripada rosak mending putih,
    Adakah lagi lain pilihan?

    Ada bang !
    Jadi imigran, pindah negeri !

    BalasHapus
  17. Ternyata tanpa mencontreng saya masuk suara mayoritas..

    BalasHapus